News Flash
Terpercaya, cryptotechnews.net - Berita & InvestigasiIkuti terus perkembangan berita terbaru hanya di CRYPTOTECHNEWS.NETTerpercaya, cryptotechnews.net - Berita & InvestigasiIkuti terus perkembangan berita terbaru hanya di CRYPTOTECHNEWS.NET
cryptotechnews.netPortal berita terpercaya dengan fokus pada edukasi, investigasi, dan pemberitaan akurat
HomeBreaking NewsTeknologiIndramayuTNIHiburan

Memuat Berita...

HomeProductsVideoProfile
cryptotechnews.net

Portal berita terpercaya dengan fokus pada edukasi, investigasi, dan pemberitaan akurat.

Informasi

  • Privacy Policy

Layanan

  • Langganan
  • Video Shorts
  • Kontak

Kontak Kami

WhatsApp:

Email: admin@cryptotechnews.net

© 2026 CRYPTOTECHNEWS.NET - Portal berita terpercaya dengan fokus pada edukasi, investigasi, dan pemberitaan akurat. Diterbitkan oleh PT. LINTAS AKTUAL NUSANTARA.

Home
Indramayu
Warga Kec -Losarang Kaget! Ongkir Pesan Sate Lewat Teras Tembus Rp20 Ribu, Hampir Lebihi Harga Makananya
Warga Kec -Losarang Kaget! Ongkir Pesan Sate Lewat Teras Tembus Rp20 Ribu, Hampir Lebihi Harga Makananya
Indramayu

Warga Kec -Losarang Kaget! Ongkir Pesan Sate Lewat Teras Tembus Rp20 Ribu, Hampir Lebihi Harga Makananya

Anto
•April 25, 2026 at 12:48 PM•0

Kistoday– Seorang warga Desa Jumbleng, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, mengaku terkejut dengan besarnya ongkos kirim (ongkir) saat memesan makanan melalui layanan jasa titip “Teras”.

Warga yang enggan disebutkan namanya itu mengaku kaget karena ongkir yang dikenakan hampir melebihi harga makanan yang dipesan. Peristiwa tersebut terjadi saat dirinya hendak membeli sate ayam melalui layanan tersebut pada Sabtu (25/4/2026).

“Saya merasa kaget ketika mau beli sate ayam lewat Teras. Kaget pas admin balas lewat WhatsApp, katanya ongkirnya Rp20 ribu karena driver dari Lelea,” ungkapnya.

Menurutnya, biaya tersebut terasa tidak wajar mengingat lokasi pemesanan masih berada dalam satu kecamatan, yakni Losarang. Ia pun mengaku bingung dengan sistem penentuan ongkir yang diterapkan oleh layanan tersebut.

“Saya bilang lewat chat, saya dari Kecamatan Losarang, karena saya pikir pangkalan masih satu kecamatan. Tapi kok ongkirnya mahal banget,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa pihak admin menjelaskan ongkir tinggi tersebut disebabkan lokasi penjual sate berada di wilayah Pangkalan yang dianggap di luar area operasional driver.

“Jawab admin, katanya karena beli sate di area Pangkalan, itu di luar area operasional driver,” katanya.

Penjelasan tersebut justru membuatnya semakin bingung. Pasalnya, wilayah Pangkalan masih berada dalam Kecamatan Losarang, sehingga menurutnya seharusnya tidak ada perbedaan signifikan dalam biaya pengiriman.

“Itu malah membingungkan kami. Pangkalan kan masih Kecamatan Losarang juga,” tambahnya.

Tak hanya itu, ia juga mengaku heran ketika admin menyebutkan bahwa wilayah lain seperti Krimun, Muntur, atau Jangga justru masih bisa dijangkau dengan ongkir yang lebih terjangkau.

“Admin bilang kalau belinya di Krimun, Muntur, atau Jangga bisa. Lah ini jadi makin bingung,” ujarnya dengan nada kesal.

Ia bahkan mempertanyakan logika penentuan area operasional tersebut. Menurutnya, jika driver berasal dari Lelea, seharusnya jangkauan layanan bisa lebih luas, termasuk ke wilayah yang masih dalam satu kecamatan.

“Kalau dari Lelea, kenapa enggak sekalian dari Celeng saja?” keluhnya.

Keluhan ini mencerminkan kebingungan masyarakat terhadap sistem zonasi layanan jasa titip yang dinilai belum transparan. Perbedaan ongkir yang cukup jauh untuk wilayah yang secara administratif masih berdekatan menjadi sorotan tersendiri.

Fenomena ini juga menunjukkan pentingnya kejelasan informasi bagi konsumen, terutama dalam penggunaan layanan berbasis digital atau komunikasi daring seperti WhatsApp. Tanpa transparansi yang jelas, potensi kesalahpahaman antara pelanggan dan penyedia jasa menjadi sulit dihindari.

Warga berharap pihak penyedia layanan dapat memberikan penjelasan yang lebih rinci terkait sistem operasional, termasuk penentuan wilayah layanan dan biaya ongkir. Hal ini penting agar masyarakat tidak merasa dirugikan atau kebingungan saat menggunakan jasa tersebut.

Selain itu, evaluasi terhadap sistem distribusi driver juga dinilai perlu dilakukan agar layanan dapat menjangkau wilayah secara lebih merata dan efisien.

Kasus ini menjadi gambaran kecil dari tantangan layanan jasa titip di daerah, khususnya dalam hal penyesuaian antara jarak, wilayah operasional, dan biaya yang dibebankan kepada konsumen.

Ke depan, masyarakat berharap adanya standar yang lebih jelas dan transparan, sehingga layanan seperti “Teras” dapat memberikan kemudahan, bukan justru menimbulkan kebingungan baru bagi pengguna.***

Share Berita:
WhatsApp
Facebook
X / Twitter
Advertisement
AD

Pasang Iklan Anda di Sini

Hubungi Redaksi Newslan.id

Berita Terbaru

Pelantikan Abdul Kadir Karding sebagai Kepala Barantina: Membuka Babak Baru dalam Karir Politik
Hiburan

Pelantikan Abdul Kadir Karding sebagai Kepala Barantina: Membuka Babak Baru dalam Karir Politik

27 Apr
Kementerian HAM Kecam Kekerasan Anak Daycare Little Aresha
Breaking News

Kementerian HAM Kecam Kekerasan Anak Daycare Little Aresha

27 Apr
Peringatan Dini Hujan Lebat di Sumatera Utara: Apa yang Harus Dilakukan Masyarakat?
Hiburan

Peringatan Dini Hujan Lebat di Sumatera Utara: Apa yang Harus Dilakukan Masyarakat?

27 Apr
Kasus Korupsi Chromebook: Persidangan Tetap Digelar Meski Nadiem Makarim Dirawat
Breaking News

Kasus Korupsi Chromebook: Persidangan Tetap Digelar Meski Nadiem Makarim Dirawat

27 Apr
Kasus Koperasi Mekarsari: Pengacara Korban Lapor Dugaan TPPU ke Bareskrim
Breaking News

Kasus Koperasi Mekarsari: Pengacara Korban Lapor Dugaan TPPU ke Bareskrim

27 Apr
Lihat Semua Berita

Trending Now

Last 7 Days
01

Peringatan Dini Hujan Lebat di Sumatera Utara: Apa yang Harus Dilakukan Masyarakat?

Hiburan
02

Warga Kec -Losarang Kaget! Ongkir Pesan Sate Lewat Teras Tembus Rp20 Ribu, Hampir Lebihi Harga Makananya

Indramayu
03

Pembinaan Mental Jadi Pondasi, Korem 063/SGJ Siapkan Prajurit Prima

TNI
04

Gotong Royong di Sukaslamet, Danramil Kapten Inf Suprayitno Dorong Koperasi Jadi Motor Ekonomi Desa

TNI
05

Kementerian HAM Kecam Kekerasan Anak Daycare Little Aresha

Breaking News
06

TNI, Pers, dan Tokoh Keraton Bersatu, Danrem 063/SGJ Tegaskan Pentingnya Sinergi

TNI
07

Kasus Korupsi Netanyahu: Pembatalan Sidang dan Implikasi pada Pemerintahan Israel

Hiburan

BERITA TERKAIT

Nama Perum Jasa Tirta II Tercoreng, Oknum Pegawai Diduga Jadi Otak Peredaran Obat Keras di Anjatan Utara
Indramayu

Nama Perum Jasa Tirta II Tercoreng, Oknum Pegawai Diduga Jadi Otak Peredaran Obat Keras di Anjatan Utara

Pembiaran Berbulan-bulan, Eceng Gondok Jadi Bukti Lemahnya Respons Pemdes Jumbleng
Indramayu

Pembiaran Berbulan-bulan, Eceng Gondok Jadi Bukti Lemahnya Respons Pemdes Jumbleng

Ketua IWOI Indramayu Nilai Lamban, Penanganan Jembatan Cinta Jumbleng Baru Dilakukan Setelah Ada Korban
Indramayu

Ketua IWOI Indramayu Nilai Lamban, Penanganan Jembatan Cinta Jumbleng Baru Dilakukan Setelah Ada Korban

CV Sinar Muncul Kandanghaur: Program Prabowo dan Peran Bulog Jadi Angin Segar bagi Petani
Indramayu

CV Sinar Muncul Kandanghaur: Program Prabowo dan Peran Bulog Jadi Angin Segar bagi Petani

BPD Minta Maaf atas Isu Pilwu Parean Girang, Tegaskan Tak Ada Penyimpangan Anggaran
Indramayu

BPD Minta Maaf atas Isu Pilwu Parean Girang, Tegaskan Tak Ada Penyimpangan Anggaran

Di Hari Raya Idulfitri, Plt Kadis PUPR Indramayu Sampaikan Pesan Persatuan
Indramayu

Di Hari Raya Idulfitri, Plt Kadis PUPR Indramayu Sampaikan Pesan Persatuan