Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan telah mengeluarkan peringatan dini potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang diperkirakan masih akan terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Utara (Sumut) dalam sepekan ke depan. Kondisi ini dipengaruhi oleh aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang saat ini terpantau aktif, serta keberadaan gelombang atmosfer seperti Gelombang Rossby yang turut aktif di wilayah Sumatera Utara.
Menurut Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah I Hendro Nugroho, kondisi tersebut mendorong proses konveksi atau pengangkatan massa udara ke lapisan atas atmosfer, sehingga meningkatkan potensi pembentukan awan hujan. Selain itu, terdapat pula daerah pertemuan angin atau konvergensi dan konfluensi yang memanjang dari pesisir barat hingga wilayah pegunungan Sumatera Utara, yang memperkuat pertumbuhan awan hujan dalam beberapa hari terakhir.
Dampak dan Langkah Antisipasi
BMKG mencatat hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat telah terjadi di sejumlah wilayah, di antaranya pada 23 April 2026 di ARG Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan dengan curah hujan mencapai 118,8 mm. Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu, karena kondisi ini dinilai berisiko menimbulkan dampak seperti genangan, banjir, pohon tumbang, hingga gangguan aktivitas transportasi.
Oleh karena itu, Hendro mengimbau masyarakat dan pemangku kepentingan untuk rutin memantau informasi resmi prakiraan cuaca dan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG, serta melakukan langkah antisipasi di lingkungan masing-masing guna meminimalkan risiko dampak bencana hidrometeorologi. Sejumlah wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan meliputi Kabupaten Langkat, Kota Medan, Deli Serdang, Binjai, Serdang Bedagai, Pematangsiantar, Karo, Dairi, Pakpak Bharat, Asahan, Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu Utara, dan lain-lain.
Sumber: CNN Indonesia | Berita Terbaru, Terkini Indonesia, Dunia



