Kistoday – Program penyerapan gabah yang digulirkan pemerintah melalui Bulog terus memberikan dampak nyata bagi petani dan pelaku usaha penggilingan padi di daerah. Hal ini dirasakan langsung oleh CV Sinar Muncul yang berlokasi di Desa Wirakanan Blok Tipar RT 01 RW 07, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu.
Direktur CV Sinar Muncul, Kuseri, mengungkapkan bahwa program serapan gabah (sergap) yang berjalan saat ini sangat membantu para petani, sekaligus menghidupkan kembali aktivitas penggilingan padi di wilayahnya. Ia menilai, kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan mulai menunjukkan hasil positif.
“Program penyerapan gabah ini sangat membantu petani. Tidak hanya petani, kami yang punya penggilingan padi juga ikut merasakan dampaknya,” ujar Kuseri, Minggu (12/4/2026).
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, Bulog, dan pelaku usaha lokal menjadi kunci dalam menjaga stabilitas harga serta meningkatkan kesejahteraan petani. Ia berharap program yang dicanangkan oleh Prabowo Subianto dapat terus berkembang dan berjalan secara berkelanjutan.
“Kami berharap program dari Bapak Presiden bisa terus maju dan berjalan lancar. Karena ini sangat berkaitan langsung dengan petani dan penggilingan padi. Kalau semua berjalan baik, ekonomi rakyat juga ikut meningkat,” katanya.
Kuseri menegaskan bahwa rantai ekonomi antara petani, penggilingan, hingga distribusi beras merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Ketika salah satu sektor berjalan baik, maka sektor lainnya juga akan ikut terdongkrak.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Badan Urusan Logistik (Bulog) yang dinilai berperan besar dalam menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani. Menurutnya, kehadiran Bulog memberikan kepastian pasar bagi hasil panen petani.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bulog. Program ini sangat berdampak besar, baik untuk masyarakat maupun untuk kami yang memiliki usaha penggilingan padi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Kuseri berharap agar program yang telah berjalan ini tidak hanya dipertahankan, tetapi juga ditingkatkan. Ia menilai, dengan dukungan yang lebih kuat dari pemerintah, sektor pertanian dapat menjadi tulang punggung ekonomi yang lebih kokoh.
“Kami berharap ke depan program Bulog bisa lebih ditingkatkan lagi. Karena manfaatnya sudah kami rasakan langsung,” tambahnya.
Dari sisi harga, Kuseri menyebut kondisi saat ini cukup menggembirakan bagi petani. Harga gabah dinilai masih berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni di kisaran Rp6.500 per kilogram. Hal ini memberikan keuntungan lebih bagi petani dibandingkan sebelumnya.
“Alhamdulillah, harga sekarang masih bagus, di atas standar pemerintah. Ini tentu sangat membantu meningkatkan kesejahteraan petani,” jelasnya.
Tak hanya itu, dampak positif juga dirasakan pada sektor penggilingan padi. Kuseri mengungkapkan bahwa sebelumnya banyak gudang penggilingan yang sempat tidak beroperasi. Namun, sejak adanya program sergap dari Bulog, aktivitas penggilingan kembali berjalan.
“Dulu sempat sepi, bahkan ada yang tidak jalan. Tapi sekarang, berkat Bulog, gudang penggilingan bisa aktif lagi,” katanya.
Program penyerapan gabah ini dinilai menjadi salah satu langkah strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Dengan memastikan hasil panen petani terserap dengan baik, pemerintah tidak hanya menjaga ketersediaan pangan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani.
Di tengah tantangan sektor pertanian, sinergi antara pemerintah, Bulog, dan pelaku usaha lokal seperti CV Sinar Muncul menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi dapat memberikan dampak positif yang luas.
Kuseri berharap, keberhasilan program ini dapat terus berlanjut dan menjadi fondasi kuat dalam membangun ekonomi desa yang mandiri dan berkelanjutan. “Intinya, semua saling berkaitan. Kalau petani sejahtera, penggilingan hidup, ekonomi rakyat juga ikut maju,” pungkasnya.






