Kistoday – Dinamika harga kebutuhan pokok kembali menjadi perhatian serius aparat teritorial. Babinsa Koramil 1610/Krangkeng, Sertu Kadani, turun langsung ke lapangan melakukan monitoring harga sembako di PD Pasar Singakerta, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Sabtu (11/04/2026) pagi.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.30 WIB tersebut merupakan bagian dari upaya deteksi dini terhadap fluktuasi harga bahan pokok yang berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi masyarakat. Laporan hasil monitoring ini pun telah disampaikan kepada Dandim 0616/Indramayu sebagai bahan evaluasi dan pengambilan langkah ke depan.
Dalam keterangannya, Sertu Kadani menyampaikan bahwa secara umum terjadi pergerakan harga pada sejumlah komoditas penting. Beberapa bahan pokok mengalami kenaikan yang cukup signifikan, meskipun ada juga yang relatif stabil, bahkan turun.
Untuk komoditas beras, tercatat mengalami penurunan harga menjadi Rp12.000 per kilogram. Penurunan ini dinilai cukup membantu masyarakat, terutama di tengah kenaikan harga bahan pokok lainnya. Sementara itu, harga minyak goreng masih berada di angka Rp16.000 per kilogram dan terpantau stabil.
Namun, berbeda dengan beras dan minyak goreng, sejumlah komoditas lain justru mengalami kenaikan. Harga telur ayam kini berada di angka Rp32.000 per kilogram, mengalami peningkatan dibandingkan hari sebelumnya. Kenaikan juga terjadi pada daging sapi yang kini mencapai Rp150.000 per kilogram, serta gula pasir yang naik menjadi Rp16.000 per kilogram.
Tak hanya itu, komoditas bumbu dapur juga turut mengalami lonjakan harga. Bawang merah kini dijual seharga Rp43.000 per kilogram, sementara bawang putih menyentuh angka Rp42.000 per kilogram. Kondisi ini dikhawatirkan dapat berdampak langsung pada pengeluaran rumah tangga masyarakat.
Kenaikan harga juga tercatat pada kacang kedelai yang mencapai Rp19.000 per kilogram, serta jagung yang kini berada di angka Rp11.000 per kilogram. Sementara itu, harga daging ayam masih relatif stabil di angka Rp36.000 per kilogram.
Sertu Kadani menegaskan bahwa kegiatan monitoring ini tidak hanya sekadar pencatatan harga, tetapi juga sebagai bentuk kehadiran TNI di tengah masyarakat dalam menjaga stabilitas wilayah, termasuk di sektor ekonomi. Ia juga berinteraksi langsung dengan para pedagang untuk mengetahui penyebab kenaikan harga serta kondisi distribusi barang.
“Monitoring ini penting untuk memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman serta mengantisipasi lonjakan harga yang tidak wajar,” ujarnya dalam laporan.
Selama pelaksanaan kegiatan, situasi di Pasar Singakerta terpantau dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Aktivitas jual beli berjalan normal tanpa adanya gangguan yang berarti.
Langkah yang dilakukan Babinsa ini mendapat apresiasi dari masyarakat dan pedagang setempat. Kehadiran aparat di lapangan dinilai memberikan rasa aman sekaligus menjadi sarana komunikasi antara pemerintah dan warga terkait kondisi ekonomi terkini.
Dengan adanya laporan ini, diharapkan pihak terkait dapat segera mengambil langkah strategis apabila kenaikan harga terus berlanjut. Stabilitas harga sembako menjadi faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat, khususnya menjelang momentum tertentu yang biasanya diiringi peningkatan kebutuhan.
Babinsa pun diharapkan terus aktif melakukan pemantauan secara berkala guna memastikan kondisi di lapangan tetap terkendali. Sinergi antara aparat, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan fluktuasi harga bahan pokok.






