Kistoday – Pergerakan harga kebutuhan pokok kembali menjadi perhatian aparat kewilayahan. Babinsa Koramil 1615/Haurgeulis, Serda Ikram Duwila, melaksanakan pemantauan langsung harga sembako di sejumlah kios dan toko di wilayah Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, Sabtu (11/04/2026).
Kegiatan ini dilaporkan kepada Dandim 0616/Indramayu sebagai bagian dari monitoring rutin guna menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat tetap aman. Sejak pukul 09.00 WIB, Serda Ikram menyisir beberapa titik kios sembako di desa binaannya untuk melakukan pengecekan langsung di lapangan.
Hasil pemantauan menunjukkan adanya dinamika harga pada sejumlah komoditas. Untuk beras medium, tercatat mengalami penurunan harga dari Rp13.200 menjadi Rp13.000 per kilogram. Penurunan ini menjadi kabar baik bagi masyarakat karena beras merupakan kebutuhan utama sehari-hari.
Sementara itu, harga minyak goreng masih bertahan di angka Rp17.000 per kilogram dan belum mengalami perubahan. Komoditas jagung juga terpantau stabil di harga Rp13.000 per kilogram, begitu pula dengan kedelai lokal yang tetap di angka Rp10.000 per kilogram.
Namun, tidak semua komoditas mengalami kestabilan. Gula pasir justru mengalami kenaikan harga dari Rp17.000 menjadi Rp17.500 per kilogram. Kenaikan ini menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi pengeluaran rumah tangga.
Di sisi lain, bawang merah menunjukkan tren penurunan harga yang cukup signifikan, dari Rp35.000 menjadi Rp30.000 per kilogram. Sedangkan bawang putih masih bertahan di angka Rp40.000 per kilogram tanpa perubahan.
Untuk komoditas protein, harga telur ayam mengalami kenaikan dan kini berada di angka Rp32.000 per kilogram. Daging sapi tetap stabil di harga Rp140.000 per kilogram, sementara daging ayam justru mengalami penurunan dari Rp37.000 menjadi Rp35.000 per kilogram.
Serda Ikram Duwila menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memantau perkembangan harga sekaligus memastikan tidak terjadi lonjakan yang tidak wajar di tingkat pedagang. Selain itu, Babinsa juga berdialog langsung dengan para pemilik kios guna mengetahui kondisi distribusi barang dan daya beli masyarakat.
“Pemantauan ini penting agar kita bisa mengetahui situasi di lapangan secara langsung dan mengambil langkah antisipasi jika terjadi kenaikan harga yang signifikan,” ujarnya dalam laporan.
Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah Kecamatan Haurgeulis terpantau aman, tertib, dan kondusif. Aktivitas perdagangan berjalan normal tanpa adanya kendala yang berarti.
Kehadiran Babinsa di tengah aktivitas pasar mendapat respons positif dari masyarakat. Selain memberikan rasa aman, langkah ini juga menunjukkan kepedulian aparat terhadap kondisi ekonomi warga.
Dengan adanya monitoring rutin seperti ini, diharapkan stabilitas harga sembako di wilayah Indramayu, khususnya Haurgeulis, dapat terus terjaga. Sinergi antara aparat, pedagang, dan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi fluktuasi harga yang kerap terjadi.






