Kistoday — Upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok terus dilakukan aparat kewilayahan di Kabupaten Indramayu. Salah satunya melalui kegiatan monitoring harga sembako yang dilaksanakan oleh Babinsa di wilayah binaan guna memastikan kondisi pasar tetap terkendali serta kebutuhan masyarakat terpenuhi.
Anggota Koramil 1610/Krangkeng, Sertu Kadani, melaksanakan pemantauan langsung harga bahan pokok di Pasar Singakerta, Desa Singakerta, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, pada Senin (9/3/2026) pagi.
Kegiatan tersebut dimulai sekitar pukul 08.30 WIB hingga selesai. Monitoring dilakukan dengan cara mengecek langsung harga sejumlah komoditas penting yang dijual oleh para pedagang di pasar tradisional tersebut.
Pemantauan ini merupakan bagian dari tugas aparat teritorial dalam mendukung stabilitas ekonomi masyarakat di wilayah binaan, terutama menjelang dan selama bulan Ramadan yang biasanya diiringi dengan fluktuasi harga bahan pokok.
Dalam kegiatan tersebut, Sertu Kadani berdialog langsung dengan para pedagang untuk mengetahui perkembangan harga sejumlah komoditas utama yang menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, beberapa bahan pokok tercatat mengalami perubahan harga, baik kenaikan maupun penurunan.
Untuk komoditas beras misalnya, harga saat ini berada di kisaran Rp12.000 per kilogram. Harga tersebut tercatat mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya.
Sementara itu, harga minyak goreng terpantau relatif stabil di angka Rp16.000 per kilogram. Stabilnya harga minyak goreng dinilai cukup membantu masyarakat, mengingat komoditas ini merupakan salah satu kebutuhan utama rumah tangga.
Harga telur ayam juga mengalami penurunan dan saat ini berada di kisaran Rp28.000 per kilogram. Penurunan harga telur tersebut disambut baik oleh masyarakat karena bahan pangan ini sering menjadi pilihan utama sebagai lauk sehari-hari.
Untuk daging ayam, harga di pasar masih relatif stabil dengan kisaran Rp38.000 per kilogram. Kondisi ini menunjukkan bahwa pasokan daging ayam di pasar masih cukup terjaga.
Namun berbeda dengan beberapa komoditas lainnya yang justru mengalami kenaikan harga. Daging sapi misalnya, kini dijual sekitar Rp150.000 per kilogram atau mengalami kenaikan dibandingkan harga sebelumnya.
Selain daging sapi, gula pasir juga tercatat mengalami kenaikan harga. Saat ini gula pasir dijual dengan harga sekitar Rp16.000 per kilogram di pasar tersebut.
Kenaikan harga juga terjadi pada komoditas bawang merah yang kini berada di kisaran Rp48.000 per kilogram. Sementara bawang putih dijual dengan harga sekitar Rp42.000 per kilogram.
Kedua komoditas tersebut merupakan bahan dapur penting yang hampir selalu digunakan dalam berbagai masakan rumah tangga.
Selain itu, beberapa komoditas lain seperti kacang kedelai juga mengalami kenaikan harga. Saat ini kedelai dijual dengan harga sekitar Rp19.000 per kilogram.
Sementara harga jagung juga terpantau mengalami kenaikan dan berada di kisaran Rp11.000 per kilogram.
Meski terjadi kenaikan pada sejumlah bahan pokok, aktivitas jual beli di Pasar Singakerta tetap berjalan normal. Para pedagang maupun pembeli terlihat beraktivitas seperti biasa tanpa adanya gangguan berarti.
Sertu Kadani mengatakan bahwa kegiatan monitoring harga sembako ini merupakan bagian dari upaya aparat kewilayahan untuk memantau kondisi pasar sekaligus memastikan tidak terjadi lonjakan harga yang tidak wajar.
Melalui pemantauan langsung di pasar tradisional, aparat dapat mengetahui perkembangan harga secara aktual sekaligus menyerap informasi dari para pedagang dan masyarakat.
Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menjaga situasi wilayah tetap aman dan kondusif, terutama dalam menghadapi dinamika ekonomi masyarakat.
Selama pelaksanaan monitoring berlangsung, situasi di Pasar Singakerta terpantau aman dan tertib. Tidak ditemukan adanya kendala maupun gangguan yang dapat menghambat aktivitas perdagangan di pasar tersebut.
Kegiatan pemantauan harga kebutuhan pokok seperti ini akan terus dilakukan secara berkala oleh aparat kewilayahan guna memastikan kondisi pasar tetap stabil serta kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.
Dengan adanya monitoring rutin dari aparat teritorial, diharapkan perkembangan harga sembako di wilayah Kecamatan Krangkeng dapat terus dipantau sehingga potensi gejolak harga dapat diantisipasi sejak dini.***







