Kistoday— Untuk memastikan stabilitas harga kebutuhan pokok di tengah masyarakat, Babinsa Koramil 1610/Krangkeng, Kopka Kadilan, melakukan monitoring harga sembako di PD Pasar Singakerta, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, pada Minggu (8/3/2026).
Kegiatan pemantauan tersebut dilaksanakan sejak pukul 08.30 WIB hingga selesai. Monitoring ini merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial yang dilakukan aparat TNI di wilayah binaan, khususnya dalam memantau perkembangan harga kebutuhan pokok masyarakat di pasar tradisional.
Dalam kegiatan tersebut, Kopka Kadilan berkeliling pasar untuk mengecek langsung harga sejumlah komoditas sembako yang dijual para pedagang. Selain melakukan pendataan harga, Babinsa juga berdialog dengan para pedagang guna mengetahui kondisi pasokan barang serta perkembangan harga di tingkat pasar.
Dari hasil pemantauan yang dilakukan di PD Pasar Singakerta, terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, sementara sebagian lainnya masih relatif stabil.
Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, harga beras tercatat berada di kisaran Rp12.000 per kilogram dan mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya. Sementara itu, harga minyak goreng masih berada pada angka Rp16.000 per kilogram dan relatif stabil.
Untuk komoditas telur ayam, harga tercatat Rp38.000 per kilogram dan mengalami kenaikan. Harga daging ayam juga berada di kisaran Rp38.000 per kilogram, namun masih terpantau stabil.
Sementara itu, harga daging sapi tercatat Rp150.000 per kilogram dan mengalami kenaikan. Kondisi serupa juga terjadi pada komoditas gula pasir yang saat ini dijual dengan harga Rp16.000 per kilogram.
Selain itu, beberapa komoditas bumbu dapur juga mengalami kenaikan harga. Bawang merah tercatat mencapai Rp48.000 per kilogram, sedangkan bawang putih dijual dengan harga Rp42.000 per kilogram.
Komoditas lainnya seperti kacang kedelai juga mengalami kenaikan dengan harga Rp19.000 per kilogram. Begitu pula dengan jagung yang saat ini berada di kisaran Rp11.000 per kilogram.
Monitoring harga sembako ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian aparat kewilayahan terhadap kondisi ekonomi masyarakat, khususnya dalam memastikan harga kebutuhan pokok tetap terkendali serta ketersediaan bahan pangan di pasar tradisional tetap terjaga.
Melalui kegiatan ini, Babinsa juga dapat memperoleh informasi secara langsung dari pedagang mengenai kondisi distribusi barang, ketersediaan stok, serta kemungkinan perubahan harga dalam waktu dekat.
Selain melakukan pemantauan harga, Babinsa juga mengimbau para pedagang agar tetap menjaga stabilitas harga dan tidak melakukan penimbunan barang yang dapat memicu lonjakan harga di pasaran.
Kehadiran aparat TNI di pasar tradisional juga diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi pedagang maupun masyarakat yang sedang berbelanja kebutuhan sehari-hari.
Selama kegiatan monitoring berlangsung, situasi di PD Pasar Singakerta terpantau aman, tertib, dan kondusif. Aktivitas perdagangan berjalan normal dengan masyarakat yang tetap ramai berbelanja kebutuhan pokok.
Kegiatan pemantauan harga sembako seperti ini akan terus dilakukan secara berkala oleh Babinsa sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di wilayah binaan, sekaligus memastikan kondisi pasar tetap kondusif.***







