Penangkapan seorang wanita warga Amerika-Iran di Los Angeles telah memicu kekhawatiran tentang penyebaran senjata ke Afrika. Shamim Mafi, 44 tahun, ditangkap oleh agen federal di bandara internasional Los Angeles karena diduga menyelundupkan senjata ke Afrika untuk pemerintah Iran. Mafi, yang telah menjadi warga tetap di Amerika Serikat sejak 2016, dituduh melakukan "perantaraan penjualan drone, bom, fuse bom, dan jutaan peluru yang diproduksi", seperti yang ditulis oleh Bill Essayli, asisten jaksa agung AS untuk distrik tengah California.
Mafi, yang sering bepergian ke Iran, Turki, dan Oman, diduga memiliki koneksi dengan pemerintah Iran. Ia bahkan pernah tinggal di Istanbul, Turki, dari 2013 hingga 2016. Dalam sebuah wawancara dengan pejabat federal, Mafi mengaku bahwa suaminya yang pertama adalah seorang perwira intelijen untuk pemerintah Iran. Mafi dan rekan konspiratornya, yang tidak disebutkan namanya, diduga melakukan penyelundupan senjata melalui perusahaan mereka, Atlas International.
Dampak Penyelundupan Senjata
Penyelundupan senjata ke Afrika, terutama ke Sudan, telah memicu kekhawatiran tentang eskalasi konflik di wilayah tersebut. Sudan telah mengalami perang saudara sejak 2023, yang telah menewaskan ratusan ribu warga sipil dan mengungsi jutaan orang. Penjualan drone buatan Iran ke Kementerian Pertahanan Sudan, yang bernilai lebih dari 60 juta euro, diduga telah difasilitasi oleh Mafi. Ia bahkan diduga telah menerima pembayaran sebesar 6 juta euro setelah "mengkoordinasikan perjalanan delegasi Sudan ke Iran".
Jika terbukti bersalah, Mafi menghadapi hukuman penjara federal hingga 20 tahun. Ia diharapkan akan membuat penampilan pertamanya di pengadilan AS di Los Angeles pada hari Senin. Penangkapan Mafi telah memicu kekhawatiran tentang penyebaran senjata ke Afrika dan potensi konsekuensi yang lebih luas.
Sumber: World news | The Guardian






