Perang AS-Israel melawan Iran telah memicu kekhawatiran di kalangan negara-negara Selatan tentang dominasi Barat dan pelanggaran hukum internasional. Banyak negara mengutuk tindakan AS dan Israel sebagai ilegal dan tidak memiliki dasar hukum yang kuat. China, misalnya, menyatakan bahwa tindakan tersebut tidak dapat diterima dan bahwa pembunuhan pemimpin negara berdaulat adalah pelanggaran hukum internasional.
Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa, juga mengutuk tindakan AS dan Israel, menyatakan bahwa self-defence hanya diperbolehkan dalam menghadapi invasi bersenjata dan bahwa "tidak ada solusi militer untuk masalah politik yang mendasar". Brasil, Turki, dan negara-negara lain juga menyatakan kekhawatiran mereka tentang dampak perang tersebut terhadap stabilitas dan keamanan regional.
Dominasi Barat dan Pelanggaran Hukum Internasional
Analisis menyatakan bahwa perang tersebut harus dipahami dalam konteks perang-perang sebelumnya yang dilakukan oleh Barat, seperti perang di Irak dan Libya, serta kolonialisme. Siphamandla Zondi, profesor politik di Universitas Johannesburg, menyatakan bahwa perang tersebut memiliki "nuansa imperialisme" dan bahwa AS dan Israel telah menggunakan kekuatan untuk mendominasi negara-negara lain. "Ini adalah perang dominasi dan subordinasi, sehingga memiliki nuansa imperialisme dan motif," kata Zondi.
Beberapa komentator juga menyatakan bahwa Eropa telah menunjukkan standar ganda dalam menghadapi perang tersebut, dengan membela hukum internasional ketika AS mencoba mengannex Greenland, tetapi diam ketika perang melawan Iran. Amitav Acharya, penulis "The Once and Future Global Order", menyatakan bahwa AS sekarang bertindak hanya melalui kekerasan, bahkan ketika soft power China meningkat, dengan Beijing menawarkan investasi kepada negara-negara berkembang.
Perang AS-Israel melawan Iran telah memicu kekhawatiran di kalangan negara-negara Selatan tentang dominasi Barat dan pelanggaran hukum internasional. Banyak negara mengutuk tindakan tersebut dan menyatakan kekhawatiran mereka tentang dampak perang tersebut terhadap stabilitas dan keamanan regional. Perang tersebut juga telah memicu perdebatan tentang peran AS dan Israel dalam menghadapi konflik di Timur Tengah dan tentang bagaimana negara-negara Selatan dapat menghadapi dominasi Barat.
Sumber: World news | The Guardian






