Kistoday— Langkah tegas Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menertibkan aktivitas berisiko di jalan raya kembali terlihat dalam kunjungan Dedi Mulyadi ke Jembatan Sewo, Desa Sukra, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, Rabu (18/3/2026). Dalam kunjungan tersebut, peran aparat teritorial, khususnya Danramil 0614/Anjatan Asmadi, menjadi sorotan karena turun langsung mengawal kegiatan hingga berjalan aman dan tertib.
Kunjungan yang dimulai sekitar pukul 10.30 WIB ini merupakan bagian dari program pemberian kompensasi kepada masyarakat yang selama ini melakukan aktivitas menyapu atau mencari koin di kawasan Jembatan Sewo. Aktivitas tersebut dinilai membahayakan keselamatan, terutama menjelang arus mudik Lebaran.
Dalam pelaksanaannya, Dedi Mulyadi menyalurkan kompensasi sebesar Rp50.000 per orang per hari, yang berlaku mulai 18 Maret hingga 29 Maret 2026. Namun, bantuan tersebut diberikan dengan syarat tegas: warga tidak lagi melakukan aktivitas menyapu koin di jalan maupun di sekitar jembatan.
“Keselamatan adalah yang utama. Kami ingin masyarakat tetap mendapatkan penghasilan, tapi dengan cara yang lebih aman dan manusiawi,” ujar Gubernur.
Di lapangan, pengawalan ketat dilakukan oleh jajaran TNI, dipimpin langsung oleh Danramil 0614/Anjatan Asmadi bersama lima personel. Kehadiran mereka tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga memastikan proses pendataan berjalan lancar dan humanis.
Pendataan menjadi bagian penting dalam program ini. Setiap warga yang terdaftar diwajibkan menyerahkan KTP dan Kartu Keluarga untuk proses administrasi pembukaan rekening di Bank BJB. Langkah ini dilakukan agar penyaluran bantuan lebih transparan dan tepat sasaran.
Menurut Danramil Asmadi, pendekatan persuasif menjadi kunci keberhasilan kegiatan di lapangan. “Kami mengedepankan komunikasi dengan masyarakat agar mereka memahami tujuan program ini, bukan sekadar larangan, tetapi solusi,” ujarnya.
Selain unsur TNI, kegiatan ini juga dihadiri oleh berbagai pihak, di antaranya perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Barat, Plt Kepala Dinas DPMP Kabupaten Indramayu, Camat Sukra, Kapolsek Sukra, Kuwu Desa Sukra, serta Dinas Perhubungan Kabupaten Indramayu. Pihak Bank BJB juga turut hadir untuk mendukung proses administrasi pembukaan rekening bagi warga.
Jembatan Sewo selama ini dikenal sebagai titik rawan karena adanya kebiasaan masyarakat menyapu koin dari pengendara yang melintas. Kondisi tersebut sering memicu kemacetan hingga potensi kecelakaan lalu lintas.
Melalui program ini, pemerintah berharap terjadi perubahan perilaku masyarakat secara bertahap. Tidak hanya mengurangi risiko kecelakaan, tetapi juga menciptakan lingkungan jalan yang lebih tertib dan nyaman, terutama bagi para pemudik yang akan melintasi jalur tersebut.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Antusiasme masyarakat juga terlihat dari partisipasi aktif dalam proses pendataan serta penerimaan terhadap kebijakan yang diberikan pemerintah.
Peran aktif Danramil bersama jajarannya menjadi bukti kuat sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas wilayah sekaligus mendukung program kesejahteraan masyarakat. Pendekatan yang mengedepankan keamanan dan kemanusiaan ini diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang bagi perubahan sosial di wilayah tersebut.
Dengan langkah tegas namun humanis ini, Jembatan Sewo diharapkan tidak lagi dikenal sebagai lokasi berbahaya, melainkan menjadi jalur aman yang mendukung kelancaran arus mudik dan aktivitas masyarakat secara keseluruhan.







