Kistoday – Penanggulangan tanaman pengganggu Eceng Gondok yang akan dan dilakukan Camat Losarang, Kabupaten Indramayu, di sungai Betokan Desa Jangga dengan menyemprotkan cairan kimia diragukan oleh Pemerhati Lingkungan setempat.
Menurut Endidi, Pemerhati Lingkungan wilayah Kecamatan Losarang. Ia menyampaikan bahwa penanggulangan Eceng gondok dengan semprot kimia akan menyisakan masalah yang baru.
“Jangan sampai mengatasi masalah dengan masalah baru, dalam hal ini adalah penggunaan kimia yang dikhawatirkan lebih berdampak negatif” katanya menanggapi kegiatan penyemprotan Eceng dengan cairan kimia
“Eceng gondok yang mati membusuk, ini dapat mempengaruhi kwalitas air. Ditambah efek kontaminasi dari obat kimia yang digunakan untuk menyemprot Eceng” sambungnya
Dalam menanggulangi eceng gondok, lanjut Endidi, dengan cara di semprot kimia tersebut harus bisa mempertimbangkan keadaan dan situasi yang akan timbul nanti.
“Harus dilihat dulu kimia apa yang dipakai, senyawa apa yang bisa membunuh Eceng Gondok secara efektif. Kemudian sudah di gunakan dimana saja” terang Pemuda Desa Pangkalan ini
“Apakah cairan kimia tersebut tidak berbahaya jika terkontaminasi dengan air sungai. Bagaimana kwalitas air dan kehidupan ikan didalamnya. Mengingat pemakaian kimia pasti tentunya tidak sedikit (Berjumlah banyak)” imbuhnya
Kemudian menurut Endidi, tujuan dalam membasmi eceng gondok salah satunya adalah untuk melestarikan kehidupan ekosistem yang ada di dalam air. Ia pun lantas menyatakan akan mengambil sikap untuk mengawasi dampak dari kegiatan penyemprotan kimia tersebut.
“Saran saya, eceng gondok itu seharusnya diangkat dan dikeringkan di tanggul-tanggul kali yang tidak dilewati orang atau mengganggu aktifitas warga umum” ucapnya
“Tinggal nanti kita akan lihat dan pantau keadaan perairan sungai Betokan. Apakah ada dampak negatif atau tidak dari penyemprotan kimia itu” pungkasnya
Sekedar diketahui, gangguan tanaman Eceng yang tumbuh subur di sungai Betokan perbatasan antara Desa Jangga dan Desa Jumbleng, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, itu sebelumnya dikeluhkan oleh banyak warga. Keluhan mereka diantaranya adalah karena kekhawatiran akan adanya dampak banjir dari luapan air akibat volume daya tampung sungai Betokan menyempit karena eceng.
Selain kekhawatiran dampak banjir, beberapa masyarakat petani tambak ikan dan udang pun mengeluhkan kondisi akibat dari tanaman Eceng yang telah mati membusuk mempengaruhi kualitas air. Dan mereka pun menduga hal ini mengganggu ekosistem perairan sekitar.***









