Kistoday – Di tengah pesatnya perkembangan kawasan industri di Kabupaten Indramayu, seorang pengusaha muda bernama Helen Nona El berhasil menorehkan prestasi di bidang kuliner.
Wanita berusia 30 tahun asal Desa Bongas ini sukses membuka rumah makan seafood di Desa Santing, Kecamatan Losarang, yang kini menjadi destinasi favorit warga setempat.
Nona El, yang akrab disapa El, merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Lahir dan besar di lingkungan pedesaan, ia tumbuh dengan semangat kewirausahaan yang ditanamkan oleh keluarganya. Dukungan penuh dari orang tua menjadi pondasi utama dalam perjalanan bisnisnya.
Sebelum membuka rumah makan seafood, Nona El telah memiliki pengalaman di dunia kuliner. Ia pernah membuka usaha ayam geprek dan seblak yang cukup laris di kalangan masyarakat sekitar. Pengalaman ini membantunya memahami seluk-beluk pengelolaan usaha makanan.
Keputusan untuk beralih ke kuliner seafood muncul dari passion pribadinya. “Saya suka kuliner, tentunya suka masak. Makanya kita mencoba buka usaha sendiri, apalagi saya pencinta seafood. Di Indramayu jarang ada seafood, makanya kita membikin rumah makan seafood,” ujar Nona El saat ditemui di lokasi usahanya.
Rumah makan milik Nona El tidak hanya menyajikan hidangan utama berbasis laut, tetapi juga beragam minuman segar. Menu minuman yang ditawarkan antara lain es teh manis, lemon tea, dan es jeruk, yang menjadi pendamping sempurna untuk santap siang atau malam.
Untuk menu makanan, pilihan cukup beragam. Selain seafood sebagai andalan, ada juga ayam, iga, kepiting, cumi, kepala manyung, dan masih banyak lagi. Variasi ini dirancang untuk memenuhi selera pelanggan dari berbagai kalangan.
Modal awal yang dikeluarkan Nona El untuk mendirikan usaha ini sekitar 50 juta rupiah lebih. Investasi tersebut mencakup penyewaan tempat, peralatan dapur, dan stok bahan baku. Meski tidak kecil, modal ini terbukti efektif dalam membangun fondasi bisnis yang kokoh.
Dari segi omset, rumah makan ini menunjukkan performa yang stabil. Pada hari ramai, omset harian bisa mencapai 2 juta rupiah, sementara saat sepi paling rendah sekitar 1 juta rupiah. Angka ini mencerminkan antusiasme masyarakat terhadap kuliner seafood di daerah tersebut.
Menurut Nona El, hari-hari biasa cenderung ramai dengan pelanggan. Namun, pada malam Minggu, pengunjung agak sepi karena anak muda lebih memilih mencari hiburan di tempat lain. Hal ini menjadi catatan untuk strategi pemasaran ke depan.
Fleksibilitas menjadi salah satu keunggulan rumah makan ini. Jika ada permintaan khusus dari pelanggan, Nona El siap menyediakan dan mencoba membuat menu baru. Pendekatan ini membantu mempertahankan loyalitas konsumen.
Ide untuk membuka usaha di Losarang berawal dari jaringan pertemanan yang luas. “Kita kan banyak teman di sini,” kata Nona El. Lokasi strategis di pinggir jalur Pantura semakin mendukung aksesibilitas bagi pelanggan dari luar daerah.
Selain itu, kawasan industri Losarang yang kini berkembang pesat dengan hadirnya banyak pabrikan menjadi faktor pendukung. Keberadaan pekerja industri meningkatkan potensi pasar, membuat rumah makan ini semakin prospektif.
Meski sukses, Nona El masih menyewa tempat usaha. Ia berharap suatu hari nanti bisa memiliki lokasi sendiri. “Kalau punya sendiri tempatnya kan enak,” ungkapnya dengan penuh semangat.
Saat ini, rumah makan dikelola dengan bantuan dua karyawan. Nona El berencana menambah tenaga kerja dalam waktu dekat. “Insya Allah akan menambah lagi karyawannya,” katanya, menunjukkan komitmen untuk ekspansi.
Soal menu andalan, Nona El dengan percaya diri menyatakan bahwa semua menu di sini adalah andalan. Pendapat ini didukung oleh testimoni pelanggan yang memuji kualitas rasa dan harga terjangkau.
Di akhir wawancara pada Minggu, 14 Desember 2025, Nona El menyampaikan harapannya untuk membuka cabang lagi di wilayah lain, memperluas jangkauan bisnis kuliner seafood miliknya.***










