Kistoday — Upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok terus dilakukan oleh jajaran TNI AD melalui Koramil 1615/Haurgeulis. Babinsa setempat, Sertu Kusnadi, melaksanakan kegiatan pemantauan harga sembako di sejumlah kios dan toko bahan pokok di wilayah Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, pada Senin (26/1/2026) pagi.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.30 WIB tersebut menyasar pasar daerah Haurgeulis serta kios-kios sembako di desa binaan. Pemantauan dilakukan sebagai bagian dari tugas pembinaan teritorial TNI untuk memastikan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga dan harga berada dalam kondisi stabil di tengah dinamika ekonomi dan cuaca yang tidak menentu.

Dalam hasil pemantauan tersebut, sejumlah komoditas kebutuhan pokok terpantau relatif stabil, meskipun terdapat beberapa bahan pangan yang mengalami kenaikan harga. Untuk beras medium tercatat berada pada kisaran Rp 13.200 per kilogram. Minyak goreng berada pada harga Rp 18.000 per kilogram, jagung Rp 13.000 per kilogram, dan kedelai lokal Rp 10.000 per kilogram, yang secara umum masih dalam kondisi harga tetap.

Namun, harga gula pasir tercatat mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp 17.000 menjadi Rp 17.500 per kilogram. Selain itu, telur ayam juga terpantau mengalami kenaikan harga hingga mencapai Rp 32.000 per kilogram. Sementara itu, bawang merah berada di harga Rp 36.000 per kilogram dan bawang putih di Rp 38.000 per kilogram dengan kondisi relatif stabil.

Untuk komoditas protein hewani, harga daging sapi terpantau di kisaran Rp 140.000 per kilogram dengan kondisi harga tetap. Sedangkan daging ayam berada di angka Rp 37.000 per kilogram. Secara umum, harga bahan pangan pokok di wilayah Kecamatan Haurgeulis masih berada dalam batas yang wajar dan tidak menunjukkan lonjakan signifikan.

Sertu Kusnadi menyampaikan bahwa kegiatan pemantauan harga sembako ini bertujuan untuk mendeteksi sejak dini potensi gejolak harga yang dapat berdampak pada daya beli masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait jika ditemukan indikasi kenaikan harga yang tidak wajar.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas Babinsa dalam pembinaan teritorial. Kami memantau harga sembako untuk memastikan masyarakat tidak terbebani oleh lonjakan harga yang signifikan. Jika ada kenaikan yang mencolok, akan kami laporkan ke pimpinan dan instansi terkait untuk ditindaklanjuti,” ujar Sertu Kusnadi di sela kegiatan.

Menurutnya, faktor cuaca, distribusi, dan ketersediaan stok di tingkat pedagang sering menjadi pemicu fluktuasi harga bahan pokok. Oleh karena itu, pemantauan rutin di pasar dan kios sembako menjadi salah satu langkah strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di tingkat lokal.

Para pedagang di wilayah Haurgeulis menyampaikan bahwa kenaikan harga gula dan telur ayam dipengaruhi oleh faktor pasokan dari distributor dan biaya distribusi. Meski demikian, mereka memastikan stok bahan pokok masih tersedia dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, masyarakat yang berbelanja di pasar Haurgeulis berharap pemerintah dan pihak terkait dapat menjaga kestabilan harga bahan pokok, terutama menjelang musim penghujan yang sering berdampak pada distribusi pangan. Mereka juga mengapresiasi kehadiran Babinsa yang secara rutin memantau kondisi pasar dan berinteraksi langsung dengan pedagang serta pembeli.

Kegiatan pemantauan harga sembako yang dilakukan oleh Sertu Kusnadi berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. Selama kegiatan, tidak ditemukan gangguan keamanan maupun kendala di lapangan. Dokumentasi kegiatan telah dilampirkan sebagai bagian dari laporan resmi kepada Komando Distrik Militer (Kodim) 0616/Indramayu.

Pemantauan harga bahan pokok ini merupakan bagian dari komitmen TNI AD dalam mendukung ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi masyarakat. Melalui peran aktif Babinsa di lapangan, diharapkan potensi gejolak harga dapat diantisipasi lebih dini, sehingga kesejahteraan masyarakat tetap terjaga.

Ke depan, Koramil 1615/Haurgeulis bersama instansi terkait akan terus melakukan pemantauan rutin serta memberikan laporan berkala kepada pimpinan guna memastikan situasi ekonomi dan keamanan wilayah tetap kondusif. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, pedagang, dan masyarakat diharapkan menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan pokok di Kabupaten Indramayu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *