Kistoday— Upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok di wilayah teritorial terus dilakukan oleh jajaran TNI AD. Anggota Koramil 1613/Terisi, Serka Castra, melaksanakan kegiatan monitoring dan pengecekan harga sembako di Toko Azmi, Blok Lungsalam, Desa Plosokerep, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, pada Senin (26/1/2026) mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan teritorial Kodim 0616/Indramayu untuk memastikan ketersediaan dan kestabilan harga bahan pokok di tingkat masyarakat, sekaligus mendeteksi potensi gejolak harga yang dapat berdampak pada daya beli warga.

Dalam hasil monitoring tersebut, sejumlah komoditas pangan terpantau berada pada harga yang relatif stabil, meskipun beberapa bahan pangan menunjukkan fluktuasi. Harga beras tercatat berada di kisaran Rp 13.000 per kilogram, sementara minyak goreng (migor) berada pada harga Rp 16.000 per kilogram. Telur ayam tercatat Rp 30.000 per kilogram, yang masih dalam kategori wajar di pasaran.

Namun, harga cabai rawit hijau terpantau mengalami lonjakan cukup signifikan hingga mencapai Rp 80.000 per kilogram. Sementara cabai merah berada di kisaran Rp 32.000 per kilogram. Untuk komoditas gula putih, harga tercatat Rp 18.000 per kilogram.

Harga bawang merah berada pada kisaran Rp 36.000 per kilogram, sedangkan bawang putih mencapai Rp 38.000 per kilogram. Untuk komoditas protein hewani, daging ayam terpantau di harga Rp 35.000 per kilogram, dan daging sapi berada di angka Rp 145.000 per kilogram.

Serka Castra menyampaikan bahwa monitoring harga sembako ini bertujuan untuk memastikan kondisi pasar tetap terkendali serta mengantisipasi potensi lonjakan harga yang dapat meresahkan masyarakat. Ia menegaskan bahwa Babinsa memiliki peran strategis dalam memantau dinamika sosial dan ekonomi di wilayah binaan, termasuk pergerakan harga bahan pokok.

“Kami melakukan pengecekan langsung ke toko dan pasar untuk mengetahui perkembangan harga sembako. Jika ditemukan kenaikan harga yang tidak wajar, akan segera dilaporkan ke pimpinan dan instansi terkait untuk ditindaklanjuti,” ujar Serka Castra.

Menurutnya, kenaikan harga cabai rawit dipengaruhi oleh faktor cuaca dan pasokan dari petani. Curah hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir berdampak pada produksi dan distribusi hasil pertanian, sehingga memicu kenaikan harga di tingkat pasar. Meski demikian, stok bahan pokok secara umum masih tersedia dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pemilik Toko Azmi menyampaikan bahwa permintaan masyarakat terhadap bahan pokok masih stabil. Ia juga mengungkapkan bahwa pedagang mengikuti harga pasar dan distributor, sehingga perubahan harga tidak dapat dihindari jika pasokan terganggu. Namun, pihaknya berupaya menjaga ketersediaan barang agar kebutuhan warga tetap terpenuhi.

Sementara itu, warga Desa Plosokerep yang berbelanja di toko dan pasar berharap pemerintah dan pihak terkait dapat terus menjaga stabilitas harga bahan pokok. Mereka mengakui bahwa kenaikan harga cabai rawit cukup terasa, terutama bagi ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner kecil.

Kegiatan monitoring harga sembako yang dilakukan oleh Serka Castra berjalan dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. Tidak ditemukan gangguan keamanan maupun kendala selama pelaksanaan kegiatan. Dokumentasi kegiatan telah dilampirkan sebagai bagian dari laporan resmi kepada Komando Distrik Militer (Kodim) 0616/Indramayu.

Monitoring harga bahan pokok ini menjadi salah satu bentuk kehadiran TNI di tengah masyarakat dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi. Dengan pemantauan rutin, diharapkan potensi gejolak harga dapat diantisipasi sejak dini, sehingga kesejahteraan masyarakat tetap terjaga.

Koramil 1613/Terisi berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah, instansi terkait, serta pelaku usaha dalam menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga di wilayah Kecamatan Terisi. Kehadiran Babinsa di lapangan diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus menjadi penghubung antara masyarakat dan pemerintah dalam menyampaikan informasi strategis terkait kondisi ekonomi dan sosial di wilayah binaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *