Kistoday – Potensi konflik sosial di tingkat desa kembali menjadi perhatian aparat kewilayahan TNI AD di Kabupaten Indramayu. Melalui pendekatan persuasif dan dialog kekeluargaan, Babinsa Desa Pawidean, Serka Budiarto, turun langsung untuk membantu menyelesaikan permasalahan yang sempat terjadi antarwarga. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas keamanan dan keharmonisan sosial di tengah masyarakat.
Kegiatan komunikasi sosial (komsos) tersebut dilaksanakan pada Minggu, 4 Januari 2026, sekitar pukul 11.30 WIB hingga selesai, bertempat di Balai Desa Pawidean, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu. Serka Budiarto, anggota Koramil 1604/Jatibarang, hadir langsung mempertemukan pihak-pihak yang berselisih guna mencari solusi terbaik secara damai.
Dalam suasana dialog yang berlangsung terbuka dan kondusif, Babinsa menekankan pentingnya menyelesaikan setiap persoalan secara kekeluargaan. Menurut Serka Budiarto, perbedaan pendapat atau kesalahpahaman di tengah masyarakat adalah hal yang wajar, namun tidak boleh berkembang menjadi konflik berkepanjangan yang dapat merugikan semua pihak.
“Kita semua hidup bertetangga dan bersaudara. Permasalahan sebaiknya diselesaikan dengan kepala dingin dan saling memaafkan agar tidak menimbulkan dampak yang lebih besar,” ujar Serka Budiarto di hadapan warga yang hadir.
Selain mendorong rekonsiliasi, Serka Budiarto juga mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu negatif yang beredar di media sosial. Ia menegaskan bahwa informasi yang belum jelas kebenarannya kerap menjadi pemicu konflik horizontal jika disikapi tanpa kehati-hatian.
“Masyarakat harus lebih bijak dalam menyikapi informasi dari media sosial. Jangan mudah percaya atau terpancing isu yang belum tentu benar karena bisa merusak hubungan silaturahmi,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Babinsa juga mengimbau agar setiap permasalahan yang muncul di lingkungan desa segera disampaikan kepada aparat desa atau Babinsa. Pelaporan dini dinilai penting agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik yang sulit dikendalikan.
Ia meminta aparat desa untuk lebih responsif apabila menerima laporan adanya gesekan antarwarga. Koordinasi cepat antara perangkat desa, Babinsa, dan unsur terkait lainnya diyakini mampu mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Tak hanya soal konflik sosial, Serka Budiarto juga mengajak warga untuk meningkatkan kepedulian terhadap situasi keamanan dan potensi bencana di wilayahnya. Mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu, warga diminta segera melapor apabila terjadi kejadian menonjol, baik terkait kamtibmas maupun bencana, khususnya banjir.
“Kami berharap masyarakat tidak ragu untuk melapor. Babinsa siap membantu dan berkoordinasi dengan pihak terkait demi keselamatan dan kenyamanan bersama,” ujarnya.
Kegiatan komsos ini mendapat respons positif dari masyarakat Desa Pawidean. Warga yang sebelumnya terlibat permasalahan menyatakan kesediaannya untuk berdamai dan kembali menjalin hubungan baik. Mereka mengapresiasi peran Babinsa yang hadir sebagai penengah dan memberikan solusi yang menyejukkan.
Perangkat Desa Pawidean juga menyampaikan terima kasih atas pendampingan yang dilakukan Babinsa. Menurut mereka, kehadiran TNI di tengah masyarakat sangat membantu dalam menjaga kondusivitas desa dan menyelesaikan persoalan sosial secara cepat dan tepat.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar. Dialog berjalan dengan penuh kekeluargaan tanpa adanya ketegangan. Dokumentasi kegiatan turut dilampirkan sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaporan kepada komando atas.
Melalui kegiatan ini, Koramil 1604/Jatibarang menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat sebagai mitra dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan ketahanan wilayah. Pendekatan humanis yang dilakukan Babinsa seperti Serka Budiarto diharapkan mampu menjadi contoh penyelesaian konflik sosial yang damai dan bermartabat.
Dengan sinergi antara aparat dan masyarakat, Desa Pawidean diharapkan tetap menjadi lingkungan yang aman, rukun, dan harmonis, serta terhindar dari potensi konflik yang dapat mengganggu kehidupan sosial warga.










