Kistoday – Upaya TNI Angkatan Darat dalam memperkuat konektivitas wilayah pedesaan kembali ditunjukkan melalui kegiatan monitoring pembangunan infrastruktur strategis di Kabupaten Cirebon. Sabtu (20/12/2025), Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Darat (Aster Kasad) Mayjen TNI Rachmad Zulkarnaen melakukan kunjungan kerja ke Desa Ciwaringin, didampingi langsung oleh Komandan Korem 063/Sunan Gunung Jati, Kolonel Inf Hista Soleh Harahap, S.I.P., M.I.P., M.Han., untuk meninjau pembangunan jembatan gantung yang menghubungkan dua wilayah desa.

Jembatan gantung tersebut dirancang menghubungkan Blok Lebak Desa Ciwaringin dengan Blok Gondang Manis Desa Babakan. Keberadaan jembatan ini dinilai sangat vital karena selama bertahun-tahun masyarakat setempat hanya mengandalkan jembatan bambu sederhana sebagai akses utama antar desa, yang rawan dan tidak layak digunakan dalam jangka panjang.

Kunjungan kerja ini bertujuan memastikan progres pembangunan berjalan sesuai rencana, baik dari sisi teknis, kualitas material, maupun aspek keselamatan. Selain itu, monitoring ini juga menjadi sarana evaluasi koordinasi antara TNI AD dengan seluruh pihak yang terlibat agar pembangunan benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Setibanya di lokasi, Aster Kasad bersama Danrem 063/SGJ didampingi Aster Kasdam III/Siliwangi, Ka Zidam III/Siliwangi, Pabandya 3/Binjementer Sterad, serta Dandim 0620/Kabupaten Cirebon. Rombongan kemudian melaksanakan komunikasi dan dialog dengan perwakilan Vertical Rescue Indonesia (VRI), unsur pemerintah desa, tokoh agama, konsultan teknis, serta pihak kontraktor pelaksana.

Dalam dialog tersebut, Aster Kasad menekankan pentingnya menjaga standar kualitas dan keselamatan konstruksi, mengingat jembatan gantung akan digunakan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari, mulai dari mobilitas warga, akses pendidikan, hingga distribusi hasil pertanian. Rombongan juga melakukan pengecekan denah, spesifikasi teknis, serta metode kerja yang diterapkan di lapangan.

Usai dialog, Aster Kasad dan Danrem 063/SGJ meninjau langsung lokasi pembangunan di sisi Blok Gondang Manis Desa Babakan. Pada kesempatan itu, rombongan juga melihat secara langsung kondisi jembatan bambu lama yang selama ini menjadi satu-satunya penghubung antar wilayah. Kondisi jembatan lama yang sempit dan rentan rusak mempertegas urgensi pembangunan jembatan gantung yang lebih aman dan layak.

Komandan Korem 063/Sunan Gunung Jati, Kolonel Inf Hista Soleh Harahap, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan gantung ini merupakan wujud nyata peran TNI AD dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.

“Jembatan ini memiliki nilai strategis karena menjadi akses utama masyarakat antar desa. Kehadiran Bapak Aster Kasad di lokasi menunjukkan komitmen pimpinan TNI AD untuk memastikan setiap program teritorial benar-benar tepat sasaran dan berkualitas,” ujar Danrem.

Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan tidak terlepas dari sinergi yang kuat antara TNI AD, Vertical Rescue Indonesia, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat. Semangat gotong royong menjadi kunci percepatan pekerjaan di lapangan.

“Dengan kerja sama yang solid dan dukungan semua pihak, kami optimistis pembangunan jembatan gantung ini dapat selesai lebih cepat dari target dan segera dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan dan mobilitas,” tambahnya.

Sebagai informasi, pembangunan jembatan gantung ini merupakan hasil kerja sama antara TNI AD dan Vertical Rescue Indonesia (VRI) yang dimulai sejak 13 Desember 2025. Jembatan direncanakan memiliki panjang sekitar 65 meter dengan lebar lantai 1,2 meter, membentang di atas sungai selebar kurang lebih 40 meter. Target waktu penyelesaian pembangunan maksimal 21 hari.

Diharapkan, kehadiran jembatan gantung ini nantinya tidak hanya mempermudah akses antar desa, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi, pendidikan, dan aktivitas sosial masyarakat di Desa Ciwaringin dan Desa Babakan secara berkelanjutan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *