Kistoday – Menjelang masuknya musim rendeng atau musim tanam padi, peran aparat kewilayahan kembali terlihat nyata di tengah masyarakat. Babinsa Desa Sliyeg Lor, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Serma Sarwika, turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan saluran irigasi di Blok Sumur Gempol, Jumat (2/1/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya memastikan kesiapan sarana pendukung pertanian agar musim tanam dapat berjalan lancar dan optimal.

Sejak pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB, Serma Sarwika bersama sejumlah petani setempat meninjau kondisi saluran irigasi yang menjadi sumber utama pengairan sawah warga. Pengecekan ini dinilai penting mengingat irigasi yang tersumbat atau tidak terawat dapat berdampak langsung pada produktivitas pertanian, terutama saat curah hujan mulai meningkat di musim rendeng.

Dalam kegiatan tersebut, Serma Sarwika tidak hanya melihat kondisi fisik saluran air, tetapi juga berdialog langsung dengan para petani. Salah satu fokus pembahasan adalah adanya saluran irigasi yang terlalu tinggi sehingga berpotensi menghambat aliran air menuju area persawahan. Babinsa bersama petani sepakat perlunya penataan ulang tanah di sekitar saluran agar aliran air dapat mengalir lancar dan tidak tersumbat.

“Saluran air ini sangat vital bagi sawah warga. Kalau alirannya terganggu, tentu akan berdampak pada hasil panen. Karena itu, perlu kita benahi bersama sebelum musim tanam dimulai,” ujar Serma Sarwika di sela kegiatan.

Selain membahas teknis irigasi, Babinsa juga menyinggung kesiapan petani dalam menghadapi musim tanam rendeng. Ia mendorong para petani untuk saling berkoordinasi, baik dalam pengolahan lahan maupun penjadwalan tanam, agar tidak terjadi kendala di kemudian hari. Menurutnya, kesiapan sejak awal menjadi kunci keberhasilan pertanian di wilayah pedesaan.

Tak hanya soal pertanian, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi sosial (komsos) untuk memperkuat kerukunan antarwarga. Serma Sarwika mengingatkan pentingnya menjaga keharmonisan di lingkungan desa, terutama dalam menghadapi aktivitas pertanian yang melibatkan banyak kepentingan bersama.

“Kerukunan itu modal utama. Kalau masyarakat rukun, semua persoalan bisa dibicarakan dan diselesaikan dengan baik,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Babinsa juga mengajak warga untuk kembali mengaktifkan pos ronda. Menurutnya, menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan bukan hanya tanggung jawab perangkat desa, tetapi menjadi kewajiban bersama seluruh warga. Dengan aktifnya pos ronda, potensi gangguan keamanan dapat dicegah sejak dini.

Selain itu, Serma Sarwika turut mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan untuk mencegah munculnya berbagai penyakit, khususnya demam berdarah yang rawan terjadi saat musim hujan. Lingkungan yang bersih dan sehat, menurutnya, akan menunjang kualitas hidup masyarakat desa.

Kegiatan pengecekan saluran irigasi ini dihadiri oleh sejumlah petani, di antaranya Sanudi, Ilman, Sunawi, dan Warta. Para petani menyambut baik kehadiran Babinsa dan merasa terbantu dengan adanya pendampingan serta perhatian terhadap kondisi pertanian mereka.

“Kami merasa diperhatikan. Dengan adanya Babinsa turun langsung, kami jadi lebih semangat dan tahu apa saja yang perlu dibenahi sebelum musim tanam,” ujar salah seorang petani.

Sekitar pukul 10.00 WIB, kegiatan selesai dilaksanakan. Secara umum, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib, aman, dan lancar. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat diharapkan mampu memperkuat sinergi antara TNI dan warga, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan dan menjaga stabilitas lingkungan desa di wilayah Kabupaten Indramayu.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *