Kistoday – Upacara Adat Kasinoman Ngarot kembali digelar secara khidmat dan meriah di Desa Lelea, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, Rabu (31/12/2025). Tradisi budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun ini menjadi simbol kuat pelestarian nilai adat, kebersamaan, serta rasa syukur masyarakat agraris Desa Lelea menjelang musim tanam.
Puncak acara Upacara Adat Kasinoman Ngarot Tahun 2025 dilaksanakan di halaman Kantor Desa Lelea sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai. Ribuan warga serta tamu undangan tampak antusias memadati lokasi kegiatan untuk menyaksikan rangkaian prosesi adat yang sarat makna tersebut. Tercatat sekitar 2.000 pengunjung hadir mengikuti jalannya acara.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan unsur Forkopimcam. Bupati Indramayu diwakili oleh Kepala Bidang TKD Kabupaten Indramayu, Nana, S.Pd., M.Si. Hadir pula Danramil 1612/Lelea Kapten Arm Suhermanto, Kapolsek Lelea AKP Heryanto, S.H., Camat Lelea Atang Suwandi, S.STP., M.Si., para kuwu se-Kecamatan Lelea, tokoh masyarakat, serta para undangan lainnya.
Rangkaian kegiatan dimulai pada pukul 08.30 WIB dengan arak-arakan bujang dan cuwene, yakni para pemuda-pemudi peserta adat Ngarot. Iring-iringan dimulai dari Pendopo menuju Balai Desa Lelea dengan diiringi kesenian tradisional. Prosesi ini menjadi daya tarik utama, menampilkan busana adat khas yang melambangkan kesucian, kesiapan, dan harapan generasi muda dalam menyongsong masa depan.
Memasuki pukul 09.45 WIB, acara inti upacara adat resmi dimulai. Susunan kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan pembacaan sejarah singkat Desa Lelea yang mengingatkan masyarakat akan asal-usul dan perjalanan panjang desa tersebut. Selanjutnya disampaikan petuah kolot desa, yang berisi nasihat-nasihat leluhur sebagai pedoman hidup masyarakat, khususnya bagi generasi muda.
Dalam sambutannya, Kuwu Desa Lelea menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Upacara Adat Ngarot Tahun 2025. Ia menegaskan bahwa tradisi Ngarot merupakan warisan budaya yang hanya dimiliki oleh Desa Lelea dan memiliki nilai historis serta filosofis yang sangat tinggi.
“Adat Ngarot ini dilaksanakan menjelang musim tanam sebagai bentuk doa dan harapan agar hasil pertanian masyarakat melimpah. Mayoritas warga Lelea adalah petani, sehingga tradisi ini sangat lekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat,” ujar Kuwu Lelea.
Ia juga menekankan pentingnya pelestarian budaya lokal sebagai identitas daerah. Menurutnya, keberlangsungan tradisi Ngarot tidak hanya menjadi tanggung jawab masyarakat, tetapi juga memerlukan dukungan dari pemerintah sebagai pelindung dan pengembang kebudayaan.
Sebagai bagian dari prosesi adat, dilakukan penyerahan Panca Usaha Tani kepada perwakilan Karangsinom. Penyerahan ini melambangkan dukungan terhadap sektor pertanian serta harapan agar para petani dapat menerapkan praktik pertanian yang baik demi meningkatkan kesejahteraan.
Puncak prosesi ditandai dengan penabuhan benge atau bareng sebagai simbol dimulainya pesta adat Ngarot. Suara tabuhan tersebut menjadi penanda resmi bahwa rangkaian upacara adat telah dimulai, disambut antusias oleh masyarakat dan tamu undangan.
Usai acara inti, kegiatan dilanjutkan dengan pentas seni tradisional pada pukul 10.30 WIB. Berbagai pertunjukan seni lokal ditampilkan sebagai wujud ekspresi budaya dan hiburan bagi masyarakat. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 11.00 WIB.
Selama pelaksanaan upacara adat berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar. Kehadiran unsur TNI, Polri, serta aparat pemerintah setempat memastikan kegiatan berjalan kondusif. Upacara Adat Kasinoman Ngarot kembali menegaskan komitmen masyarakat Desa Lelea dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur di tengah perkembangan zaman.***










