Kistoday – Upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pupuk bersubsidi terus dilakukan oleh aparat kewilayahan di Kabupaten Indramayu. Pada Jumat, 5 Desember 2025, jajaran Koramil 1613/Terisi kembali melaksanakan pemantauan langsung terhadap kios penyalur pupuk bersubsidi di wilayah Kecamatan Cikedung.
Monitoring tersebut dilakukan oleh Serma Solihin, anggota Koramil 1613/Terisi, yang turun langsung ke lapangan untuk memastikan harga eceran tertinggi (HET) pupuk sesuai ketentuan pemerintah. Kunjungan dimulai sekitar pukul 10.30 WIB dan berlangsung hingga selesai dengan situasi yang aman dan tertib.
Dalam kegiatan ini, Serma Solihin mendatangi Kios Terang Tani di Desa Cikedung, salah satu kios resmi penyalur pupuk bersubsidi di kecamatan tersebut. Ia melakukan pengecekan harga, kelengkapan administrasi, serta memastikan distribusi pupuk berjalan sesuai regulasi.
Hasil pemantauan menunjukkan bahwa harga pupuk bersubsidi di kios tersebut masih berada dalam batas HET. Pupuk urea tercatat seharga Rp1.800 per kilogram, sementara pupuk NPK Phonska dipasarkan dengan harga Rp1.840 per kilogram. Kedua komoditas ini termasuk yang paling banyak dibutuhkan petani menjelang musim tanam.
Selain itu, pupuk NPK Kakao terpantau dijual seharga Rp2.640 per kilogram, sedangkan pupuk ZA tersedia dengan harga Rp1.360 per kilogram. Harga-harga tersebut dianggap sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan pemerintah untuk mencegah terjadinya spekulasi maupun permainan harga di tingkat kios.
Monitoring yang dilakukan TNI melalui Koramil bertujuan memperkuat pengawasan terhadap penyaluran pupuk bersubsidi, mengingat pupuk merupakan komponen vital dalam produksi pertanian. Dengan pengawasan yang ketat, diharapkan tidak ada penyimpangan yang dapat merugikan petani.
Para petani yang ditemui di sekitar lokasi mengapresiasi kehadiran aparat yang rutin melakukan pengecekan. Mereka berharap pengawasan serupa terus dilaksanakan agar ketersediaan pupuk tetap terjamin dan tidak terjadi kelangkaan, terutama menjelang masa tanam.
Pihak kios juga menyambut baik kegiatan monitoring tersebut dan menegaskan komitmennya untuk mengikuti aturan distribusi pupuk bersubsidi. Mereka menyampaikan bahwa stok pupuk saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan petani di wilayah Cikedung.
Korem dan Kodim di wilayah Jawa Barat selama ini memang menempatkan pengawasan pupuk bersubsidi sebagai salah satu prioritas, mengingat sektor pertanian merupakan tulang punggung ekonomi masyarakat Indramayu. Kegiatan pemantauan berlapis menjadi upaya memastikan program pemerintah berjalan tepat sasaran.
Kegiatan monitoring oleh Serma Solihin pada hari itu ditutup dengan evaluasi singkat serta pendataan tambahan terkait distribusi pupuk. Secara umum, seluruh rangkaian berjalan aman, lancar, dan tanpa kendala berarti.***










