Kistoday – Stabilitas harga bahan pokok kembali menjadi perhatian aparat kewilayahan di Kabupaten Indramayu. Babinsa Koramil 1613/Terisi, Koptu Lukman, turun langsung ke lapangan untuk memantau harga kebutuhan pokok masyarakat. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap kondisi ekonomi warga sekaligus memastikan ketersediaan dan keterjangkauan sembako di tingkat bawah.

Kegiatan monitoring harga bahan pokok tersebut dilaksanakan pada Minggu, 4 Januari 2026, mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai. Dalam kegiatan itu, Koptu Lukman mendatangi Toko Eri yang berada di Desa Cikedung, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu. Lokasi tersebut dipilih karena menjadi salah satu pusat perbelanjaan kebutuhan harian masyarakat setempat.

Monitoring harga sembako dilakukan untuk mengetahui secara langsung perkembangan harga di lapangan, terutama pasca libur panjang akhir tahun dan memasuki awal tahun 2026. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya deteksi dini terhadap potensi lonjakan harga yang dapat berdampak pada daya beli masyarakat.

Dalam pengecekan tersebut, Koptu Lukman mencatat sejumlah harga bahan pokok yang dijual di toko. Untuk komoditas beras, harga tercatat sebesar Rp13.000 per kilogram. Minyak goreng berada di kisaran Rp16.000 per kilogram, sementara telur ayam dijual dengan harga Rp30.000 per kilogram. Harga-harga tersebut masih tergolong stabil meski terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan signifikan.

Salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah cabai rawit hijau yang mencapai harga Rp80.000 per kilogram. Harga tersebut dinilai cukup tinggi dan berpotensi membebani masyarakat, terutama ibu rumah tangga. Selain itu, cabai merah tercatat dijual dengan harga Rp32.000 per kilogram, gula putih Rp18.000 per kilogram, serta bawang merah dan bawang putih masing-masing Rp36.000 dan Rp38.000 per kilogram.

Untuk komoditas protein hewani, harga daging ayam berada di angka Rp35.000 per kilogram, sedangkan daging sapi mencapai Rp145.000 per kilogram. Koptu Lukman mencatat seluruh harga tersebut sebagai bahan laporan kepada pimpinan sekaligus sebagai dasar pemantauan lanjutan.

Menurut Koptu Lukman, kegiatan monitoring harga sembako ini penting dilakukan secara berkala. Ia menilai bahwa kehadiran Babinsa di tengah masyarakat tidak hanya sebatas menjaga keamanan wilayah, tetapi juga turut mengawal stabilitas sosial dan ekonomi warga.

“Kami turun langsung ke lapangan untuk memastikan harga-harga kebutuhan pokok masih dalam kondisi wajar dan stok tersedia. Ini bagian dari kepedulian TNI terhadap kesejahteraan masyarakat,” ujar Koptu Lukman di sela kegiatan.

Ia menambahkan, dari hasil pemantauan sementara, ketersediaan bahan pokok di wilayah Desa Cikedung masih mencukupi. Tidak ditemukan kelangkaan barang yang berpotensi memicu kepanikan masyarakat. Meski demikian, Babinsa tetap mengimbau pedagang agar tidak melakukan penimbunan atau menaikkan harga secara tidak wajar.

Kegiatan monitoring ini juga mendapat respons positif dari masyarakat dan pedagang. Mereka merasa terbantu dengan kehadiran Babinsa yang ikut memantau kondisi pasar. Warga berharap, pengawasan seperti ini dapat terus dilakukan agar harga kebutuhan pokok tetap terkendali, khususnya menjelang momentum tertentu seperti musim tanam atau hari besar keagamaan.

Selain mencatat harga, Koptu Lukman juga melakukan komunikasi dengan pedagang terkait pasokan barang. Dari hasil dialog tersebut, diketahui bahwa kenaikan harga beberapa komoditas, terutama cabai, dipengaruhi oleh faktor cuaca dan distribusi dari daerah pemasok.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar. Tidak ditemukan kendala berarti di lapangan. Kegiatan monitoring harga sembako ini menjadi bagian dari tugas pembinaan teritorial Koramil 1613/Terisi dalam mendukung stabilitas wilayah.

Melalui kegiatan ini, Koramil 1613/Terisi berharap dapat membantu pemerintah daerah dalam menjaga kestabilan harga dan memastikan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokoknya. Kehadiran Babinsa seperti Koptu Lukman di tengah masyarakat menjadi bukti nyata bahwa TNI selalu hadir dan peduli terhadap kondisi sosial ekonomi warga Indramayu.**”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *