Kistoday – Warga Desa Karanglayung, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, dibuat geger oleh kemunculan Tawon yang bersarang di atap rumah warga. Peristiwa yang terjadi pada Kamis malam (15/1/2026) tersebut sontak menimbulkan kepanikan, terutama karena ular berada tepat di atas rumah yang dihuni keluarga lanjut usia.

Rumah tersebut diketahui milik Ibu Mar’ah, warga RT 003 RW 001 Desa Karanglayung. Keberadaan ular yang diduga telah lama bersarang di bagian atap rumah itu pertama kali diketahui warga setelah terdengar suara mencurigakan dan pergerakan tidak biasa dari bagian plafon.

Khawatir akan membahayakan keselamatan penghuni rumah dan warga sekitar, masyarakat setempat segera melaporkan kejadian tersebut kepada aparat desa. Laporan itu kemudian ditindaklanjuti dengan cepat oleh Babinsa Desa Karanglayung dan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Indramayu.

Sekitar pukul 20.00 WIB, Babinsa bersama tim Damkar tiba di lokasi untuk melakukan proses evakuasi. Kehadiran aparat dan petugas penyelamat ini disambut warga yang sudah berkumpul di sekitar rumah, sebagian besar memilih menjauh demi menghindari risiko serangan tawon

Babinsa Desa Karanglayung, Serma Ahmad Mu’Minin, mengatakan bahwa proses evakuasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian mengingat posisi sarang tawon berada di atap rumah dan berpotensi menyerang jika merasa terancam.

“Kami berupaya menenangkan warga terlebih dahulu dan memastikan area sekitar aman. Evakuasi dilakukan bersama Damkar dengan peralatan khusus agar tidak membahayakan warga maupun petugas,” ujar Serma Ahmad Mu’Minin di lokasi.

Petugas Damkar yang dipimpin oleh Ahmad Rifa’i kemudian melakukan penyisiran di bagian atap rumah. Proses evakuasi berlangsung cukup menegangkan karena tawon sempat berpindah posisi dan bersembunyi di celah atap. Namun berkat koordinasi yang baik antara Babinsa, Damkar, dan perangkat desa, ular tersebut akhirnya berhasil diamankan.

“Evakuasi sarang tawon membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Kami pastikan tawon bisa dievakuasi tanpa menimbulkan korban,” kata Ahmad Rifa’i.

Setelah berhasil ditangkap, tawon tersebut langsung diamankan untuk selanjutnya dibawa keluar dari permukiman warga. Jenis belum dipastikan secara rinci, namun petugas menduga ular tersebut termasuk kategori tawon liar yang berpotensi berbahaya jika dibiarkan.

Kepala perangkat Desa Karanglayung yang turut hadir, Agus, mengapresiasi gerak cepat Babinsa dan Damkar dalam menangani situasi darurat tersebut. Ia menyebut sinergi antara aparat, petugas penyelamat, dan masyarakat sangat penting dalam menjaga keamanan lingkungan.

“Kami bersyukur evakuasi berjalan lancar. Kehadiran Babinsa dan Damkar sangat membantu warga, terutama di malam hari seperti ini,” ujarnya.

Sementara itu, warga sekitar mengaku lega setelah tawon berhasil dievakuasi. Sebelumnya, banyak warga yang merasa khawatir, terutama karena rumah tersebut berada di lingkungan padat penduduk dan dihuni oleh warga lanjut usia.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar tetap waspada, terutama saat musim hujan, di mana hewan liar seperti tawon kerap keluar dari habitatnya dan masuk ke permukiman warga untuk mencari tempat hangat atau makanan.

Selama pelaksanaan kegiatan evakuasi, situasi terpantau aman dan kondusif, tanpa adanya korban jiwa maupun luka. Aparat juga mengimbau warga untuk segera melapor kepada pihak berwenang apabila menemukan kejadian serupa, agar dapat ditangani secara cepat dan tepat.

Aksi sigap Babinsa dan Damkar dalam menangani geger sarang tawon di permukiman warga Indramayu ini pun mendapat apresiasi luas dari masyarakat, sebagai bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan rasa aman dan perlindungan bagi warga.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *