Kistoday – Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia ke-13, Prof. Dr. (HC) KH. Ma’ruf Amin, menjadi tokoh utama dalam acara silaturahmi dan halaqah ilmiyah Forum Komunikasi Kyai se-Wilayah III Cirebon (Ciayumajakuning). Kegiatan bertema “Melestarikan Keutuhan Nahdlatul Ulama” ini berlangsung di Pondok Pesantren Nurul Huda Babakan, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, pada Sabtu, 27 Desember 2025.

Acara tersebut dihadiri sekitar 150 kyai, pengasuh pondok pesantren, dan tokoh masyarakat dari berbagai daerah di Ciayumajakuning. Turut serta pula sejumlah pejabat penting, antara lain Komandan Korem 063/Sunan Gunung Jati Kolonel Inf Hista Soleh Harahap, S.I.P., M.I.P., M.Han., Bupati Cirebon, Dandim 0620/Kabupaten Cirebon, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cirebon, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon, Pimpinan Pondok Pesantren Buntet, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Ciwaringin.

Kedatangan KH. Ma’ruf Amin langsung disambut hangat oleh Danrem 063/SGJ, para unsur Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Kabupaten Cirebon, serta pimpinan pondok pesantren setempat. Suasana penuh kekhidmatan terasa sejak awal, dengan rangkaian acara dibuka melalui pembacaan tawasul, tilawah ayat suci Al-Qur’an, dan penyanyian lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Dalam tausiyahnya yang menjadi sorotan utama, KH. Ma’ruf Amin menyoroti peran krusial ulama dalam menjaga keadilan sosial dan hak-hak umat Islam. Beliau menekankan bahwa ajaran Islam harus dijalankan sesuai tuntunan Rasulullah SAW, tanpa penyimpangan. “Ulama memiliki tanggung jawab besar untuk melindungi umat dari berbagai paham yang menyimpang dan potensi perpecahan,” ujarnya.

Lebih lanjut, mantan Ketua Umum MUI ini menggarisbawahi pentingnya regenerasi kepemimpinan ulama melalui institusi pesantren. Menurutnya, pesantren harus terus melahirkan kyai-kyai muda yang berkualitas untuk meneruskan estafet dakwah dan penguatan Nahdlatul Ulama (NU). “Kita harus mengedepankan islah, persatuan, dan musyawarah mufakat agar keutuhan NU tetap terjaga sebagai pilar utama umat Islam moderat di Indonesia,” tambah KH. Ma’ruf Amin di hadapan para peserta.

Sementara itu, Kolonel Inf Hista Soleh Harahap selaku Danrem 063/SGJ menyampaikan apresiasi mendalam atas penyelenggaraan kegiatan ini. Ia menilai bahwa sinergi antara ulama (habib), umaro (pemerintah), dan umara (aparat keamanan) menjadi fondasi kokoh dalam memelihara stabilitas nasional dan kondusivitas wilayah.

“Kehadiran para kyai dan tokoh NU di forum seperti ini sangat strategis untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan menyejukkan masyarakat. Korem 063/SGJ akan terus mendukung segala bentuk kegiatan keagamaan yang membangun persatuan umat,” ungkap Danrem Harahap.

Beliau juga menegaskan bahwa keutuhan NU merupakan kekuatan besar bagi persatuan bangsa. “Peran kyai dalam menjaga harmoni sosial tidak tergantikan, terutama di tengah dinamika masyarakat yang semakin kompleks,” tegasnya.

Acara silaturahmi ini tidak hanya menjadi ajang mempererat ukhuwah Islamiyah, tetapi juga merefleksikan komitmen bersama antara elemen keagamaan dan keamanan dalam menjaga kerukunan di wilayah Ciayumajakuning. Para peserta sepakat bahwa kegiatan serupa perlu rutin digelar untuk mengantisipasi tantangan masa depan, seperti radikalisme dan polarisasi sosial.

Dengan diakhiri doa bersama, forum ini meninggalkan pesan kuat tentang pentingnya menjaga warisan Nahdlatul Ulama sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia yang moderat dan inklusif. Kehadiran tokoh sekaliber KH. Ma’ruf Amin semakin menambah makna mendalam bagi para kyai dan santri di wilayah tersebut.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *