Kistoday – Musibah kebakaran menimpa sebuah toko sembako milik pedagang asal Madura di Blok Kedung Dawa RT 02 RW Desa Sukra Wetan, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, pada Selasa (6/1/2026) sekitar pukul 10.30 WIB. Dugaan sementara, api berasal dari kompor gas yang menyambar bensin saat pemilik sedang mengisi botol, menyebabkan toko hangus dan kerugian mencapai Rp5 juta.

Kronologi kejadian bermula sekitar pukul 11.30 WIB ketika istri Bpk A. Asih menyalakan kompor gas, sementara Bpk A. Asih sedang mengisi bensin ke botol. Api kompor tiba-tiba menyambar bensin, langsung membesar dan melahap seluruh isi toko. Saksi mata pertama, Bpk H. Darman (50), tetangga sekaligus pedagang di depan toko, melihat kobaran api dari dalam kios dan segera berteriak meminta bantuan warga.

Dalam hitungan tiga menit, masyarakat sekitar berhasil memadamkan api secara mandiri menggunakan air dan pasir sebelum dua unit mobil Damkar Kabupaten Indramayu tiba di lokasi, dibantu satu unit Damkar lainnya. Proses pemadaman akhirnya tuntas tanpa korban jiwa tambahan, meski Bpk A. Asih mengalami luka bakar di bagian muka dan langsung mendapat perawatan medis.

Saksi lain, Bpk Renda (60), tetangga korban, membenarkan kronologi tersebut. “Api cepat sekali membesar karena ada bensin dan barang mudah terbakar di dalam toko. Alhamdulillah, warga sigap dan Damkar datang tepat waktu,” ujar Bpk Renda sebagai narasumber kepada wartawan di TKP.

Peran Babinsa setempat dari Koramil Sukra, Kodim 0616/Indramayu, sangat krusial dalam penanganan musibah ini. Mereka segera mendatangi TKP, berkoordinasi dengan pemadam kebakaran, membantu proses pemadaman, mencari saksi-saksi, serta melaporkan kejadian ke komando atas. “Kami langsung turun tangan untuk pastikan situasi terkendali dan bantu korban. Ini bagian dari kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam menghadapi bencana,” ujar perwakilan Babinsa di lokasi.

Kasi Ops Damkar Kabupaten Indramayu, yang terlibat dalam pemadaman, menambahkan sebagai narasumber, “Penyebab utama diduga dari kelalaian saat menyalakan kompor dekat bensin. Kami ingatkan masyarakat untuk ekstra hati-hati menyimpan bahan mudah terbakar, terutama di kios sembako yang banyak stok gas dan minyak.”

Kerugian materiil diperkirakan Rp5 juta, mencakup barang dagangan seperti beras, minyak, gula, dan kebutuhan pokok lainnya yang habis terbakar. Toko sembako Madura milik Bpk A. Asih ini menjadi andalan warga setempat untuk belanja harian. Saat ini, kasus masih ditangani Polsek Sukra untuk penyelidikan lebih lanjut.

Musibah ini menjadi pengingat pahit di awal 2026, di saat harga sembako nasional relatif stabil dan Indramayu tengah genjot target produksi padi 1,7 juta ton untuk ketahanan pangan. Kejadian serupa sering terjadi akibat kelalaian penggunaan kompor gas dan penyimpanan BBM eceran, seperti kasus-kasus sebelumnya di berbagai daerah.

Pemerintah daerah melalui BPBD dan Damkar terus kampanye keselamatan, termasuk himbauan penyimpanan bahan berbahaya secara aman. Sinergi TNI, Polri, Damkar, dan masyarakat seperti di Sukra Wetan ini patut diapresiasi sebagai bentuk gotong royong cepat tanggap bencana.

Semoga korban segera pulih dan usaha tokonya bangkit kembali. “Kami siap dampingi masyarakat dalam segala situasi,” tutup perwakilan Babinsa penuh keyakinan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *