Kistoday – Komitmen TNI AD dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat kembali ditunjukkan oleh Babinsa Koramil 1613/Terisi. Serka Ahyadi, Babinsa Desa Jatisura, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, turun langsung ke lapangan untuk melakukan monitoring dan pengecekan harga bahan pokok atau sembako di wilayah binaannya. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin, 19 Januari 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, dan berlangsung aman serta lancar.

Langkah nyata yang dilakukan Serka Ahyadi ini merupakan bagian dari tugas kewilayahan Babinsa dalam mendukung ketahanan pangan serta menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat. Dengan mendatangi langsung toko-toko dan pasar di Desa Jatisura, Babinsa memastikan harga sembako tetap terpantau dan tidak memberatkan warga, khususnya menjelang dinamika ekonomi yang fluktuatif.

Dalam kegiatan monitoring tersebut, Serka Ahyadi berinteraksi langsung dengan para pedagang dan pembeli. Ia menanyakan kondisi ketersediaan barang, distribusi pasokan, serta perkembangan harga bahan pokok sehari-hari. Kehadiran Babinsa di tengah aktivitas pasar mendapat respons positif dari masyarakat yang merasa lebih aman dan diperhatikan oleh aparat teritorial.

Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, harga bahan pokok di wilayah Desa Jatisura terpantau relatif stabil meskipun beberapa komoditas mengalami kenaikan. Untuk harga beras, saat ini berada di kisaran Rp13.000 per kilogram. Minyak goreng dijual dengan harga Rp16.000 per kilogram, sementara telur ayam mencapai Rp30.000 per kilogram. Harga gula putih terpantau Rp18.000 per kilogram.

Sementara itu, untuk komoditas cabai, terdapat perbedaan cukup signifikan. Cabai rawit hijau tercatat menembus harga Rp80.000 per kilogram, sedangkan cabai merah berada di kisaran Rp32.000 per kilogram. Harga bawang merah mencapai Rp36.000 per kilogram dan bawang putih Rp38.000 per kilogram. Untuk kebutuhan protein hewani, daging ayam dijual seharga Rp35.000 per kilogram, sedangkan daging sapi mencapai Rp145.000 per kilogram.

Serka Ahyadi menjelaskan bahwa kegiatan monitoring harga sembako ini sangat penting sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi lonjakan harga yang dapat berdampak langsung pada daya beli masyarakat. “Sebagai Babinsa, kami wajib mengetahui kondisi riil di lapangan. Dengan turun langsung, kami bisa mendengar keluhan pedagang dan masyarakat, sekaligus melaporkan kondisi harga kepada komando atas,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa koordinasi dengan aparat desa dan pihak terkait akan terus dilakukan guna menjaga stabilitas harga serta ketersediaan bahan pokok. Apabila ditemukan adanya lonjakan harga yang tidak wajar atau indikasi kelangkaan barang, Babinsa akan segera melaporkannya kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti.

Kegiatan monitoring yang dilakukan Serka Ahyadi ini sejalan dengan perintah Komando Atas dalam mendukung kebijakan pemerintah menjaga ketahanan pangan nasional. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat bukan hanya sebagai aparat keamanan, tetapi juga sebagai mitra rakyat yang aktif membantu menyelesaikan persoalan sosial dan ekonomi di wilayah binaannya.

Selama pelaksanaan kegiatan, situasi berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Masyarakat berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara rutin agar harga sembako tetap terkendali dan kebutuhan pokok masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.

Dengan langkah nyata Babinsa Serka Ahyadi, TNI AD kembali menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas wilayah, tidak hanya di bidang keamanan, tetapi juga dalam aspek kesejahteraan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *