Indramayu, kistoday— Dalam upaya memperkuat program ketahanan pangan di tingkat desa, Babinsa Kopda Budi Utomo dari Koramil 1607/Sliyeg menghadiri kegiatan Musyawarah Desa Khusus (Musdessus) di Aula Balai Desa Mekargading, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Kamis malam (6/11/2025). Kegiatan yang dimulai pukul 20.00 WIB ini membahas perencanaan penggunaan Dana Desa tahun 2025, khususnya alokasi 20 persen dana desa sebesar sekitar Rp197 juta untuk sektor ketahanan pangan.
Musyawarah desa tersebut dihadiri oleh sejumlah unsur pemerintahan dan masyarakat, di antaranya Kasi PMD Kecamatan Sliyeg Sugeng Raharjo yang mewakili Camat, Kuwu Desa Mekargading Sofyan Gunawan, Babinsa Kopda Budi Utomo, Bhabinkamtibmas Aipda Ade Candra, serta perwakilan BPD, TP PKK, BUMDes, Karang Taruna, tokoh masyarakat, dan perangkat desa. Total peserta yang hadir mencapai sekitar 30 orang.
Dalam Musdessus ini, dibentuk Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Ketahanan Pangan yang akan bertanggung jawab mengelola dan melaksanakan program ketahanan pangan di Desa Mekargading. Tim tersebut diketuai oleh Taniwan, dengan M. Jian Fahad sebagai bendahara dan Sukanto alias Jago sebagai sekretaris. Adapun anggota tim terdiri dari Rakmat Mardianto dan Surakna. Pembentukan TPK ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat swasembada pangan di tingkat desa.
Adapun jenis kegiatan ketahanan pangan yang disepakati dalam musyawarah tersebut adalah program beternak kambing. Program ini dipilih karena dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung kemandirian pangan hewani masyarakat, sekaligus meningkatkan ekonomi warga melalui hasil ternak. Dengan pengelolaan yang transparan dan melibatkan masyarakat, diharapkan program ini dapat memberikan manfaat nyata bagi warga Mekargading.
Kegiatan Musdessus berakhir pada pukul 22.00 WIB dengan situasi aman dan lancar. Babinsa Kopda Budi Utomo menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta atas partisipasi aktif dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan. Ia menegaskan, sinergi antara pemerintah desa, Babinsa, dan masyarakat merupakan kunci utama dalam menjaga stabilitas pangan serta mewujudkan desa yang mandiri dan sejahtera.***









